JAKARTA – Kamis, 23 April 2026, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Diseminasi Pengabdian Kepada Masyarakat dan Capaian Berdampak Universitas Negeri Jakarta" pada Kamis (23/4/2026). Bertempat di Aula Bung Hatta, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, melainkan panggung pameran bagi ragam produk inovasi unggulan hasil riset dan pengabdian tiap fakultas. Salah satu inovasi yang sukses mencuri perhatian adalah IndoGenPro Foodborne Pathogen Detection Kit yang dihasilkan kelompok peneliti dibawah PUI Pendeteksi bakteri Patogen UNJ.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar, M.Hum. Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan dan sambutan strategis dari sejumlah tokoh, di antaranya Kepala Bappeda Kota Depok, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNJ Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., serta Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Dr. R.A. Murti Kusuma Wirasti, S.IP., M.Si.
Sesi pameran produk hasil penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat menjadi daya tarik utama yang menunjukkan bahwa sivitas akademika UNJ terus bergerak menuju kampus yang berdampak. PUI Pendeteksi Bakteri Patogen yang diketuai Prof. Dr. Muktiningsih Nurjayadi, M.Si bersama tim peneliti dari FMIPA UNJ memamerkan prototipe dan produk unggulan mereka yang salah satunya berupa alat deteksi bakteri patogen penyebab penyakit keracuanan makanan. Secara total, terdapat 9 kit deteksi yang saat ini sudah siap untuk masuk ke tahap hilirisasi.
IndoGenPro Foodborne Pathogen Detection Kit dikembangkan guna mendeteksi bakteri patogen dalam makanan secara cepat, sensitif dan spesifik. Produk inovasi karya anak bangsa ini dinilai memiliki potensi yang sangat besar dan dinyatakan telah siap memasuki tahap komersialisasi oleh Ketua Badan Pengelola Usaha (BPU) UNJ. Dengan adanya komersialisasi ini, produk riset diharapkan bisa dimanfaatkan oleh industri kuliner, industri pertanian, laboratorium uji, maupun instansi penegakan hukum ataupun kesehatan secara luas untuk menjamin ketahanan dan keamanan pangan.
Dalam paparannya, Dr. Murti menyampaikan bahwa inovasi kit deteksi ini memiliki andil yang sangat signifikan dalam prestasi UNJ di tingkat nasional. Beliau menekankan bahwa kontribusi riset ini menjadi salah satu faktor kunci yang mengantarkan UNJ berhasil menempati peringkat 5 dalam ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Bappenas. Hal ini membuktikan bahwa karya nyata dari laboratorium UNJ telah diakui kontribusinya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan diseminasi yang strategis ini mendapatkan atensi penuh dari berbagai pihak. Turut hadir dalam acara ini jajaran pimpinan universitas, meliputi Wakil Rektor I UNJ, Ketua LPPM, Ketua BPU, para Dekan di lingkungan UNJ termasuk Dekan FMIPA dan Wakil Dekan III FMIPA. Selain itu, kegiatan ini dihadiri pula oleh jajaran Pimpinan Daerah dan Pusat yakni Kepala Bappeda Kota Depok, Perwakilan Bappeda Daerah Khusus Jakarta (DKJ), dan Pemprov DKJ. Sebagai wujud amplifikasi dampak riset kepada masyarakat luas, acara ini turut diliput langsung oleh 25 perwakilan media massa nasional
Tim Media PUI Pendeteksi Bakteri Patogen - 2026
(JLD & PN)